"Landungsaurus"

adalah seorang pemimpi dan pemakan segalanya (sudah jelas tambahan saurus di belakang nama saya).

Fotografi, ngegowes, makannnnnn, berpindah tempat, dan humoris (kata orang2 si), itulah sedikit dari banyak hal yang menggambarkan saya.

follow @landungsaurus dan facebook.com/landungsaurus untuk mengetahui bagaimana "gambar' saya.

Permalink Lebih Baik Naik Vespa
Permalink

Putus Nyambung Sebagai Hobby

Beberapa saat yang lalu (tidak) sengaja membaca update-an seorang teman dekat di twitter yang baru saja mengakhiri hubungan percintaannya (bukan pertama kalinya). Tidak ada habis-habisnya ia mengeluarkan kata-kata yang (agak) sedikit kasar untuk pasangannya. Sebenarnya kedua pasangan ini sudah menjalin hubungan percintaan kurang lebih selama 4 tahun (itu pun yang saya tahu, karena mereka berdua teman kuliah dari semester 1). Dan saya bisa melihat kejadian kedua pasangan ini beradu argumen lalu memilih putus sekitar kurang lebih 2x dalam sebulan. Setelah 3-5 hari mereka bertengkar, update-an mereka di dunia maya pun kembali mesra seakan dunia milik berdua, yang kadang-kadang membuat orang-orang berstatus single pun gigit jari seperti saya (yahh ketahuan deh singlenya).

Kejadian teman saya itu, sempat membuat saya berpikir. Begitu mudahkan mereka membuat keputusan untuk mengakhiri hubungan dan memulainya kembali. Seakan harga sebuah keputusan sangatlah murah dan bisa didapatkan dengan mudah.
Apakah nanti kebiasaan ini akan berlanjut ketika mereka menikah? Hanya mereka yang tahu jawabannya.

Memang, saya tidak memiliki hak untuk mengganggu atau ikut campur terlalu jauh dalam hubungan seseorang (lagi pula saya pun single, orang-orang pun tidak yakin dengan pendapat saya). Tetapi sebenarnya ingin sekali memberi nasihat yang saya rasa tidak akan didengarkan juga oleh teman saya itu, lebih baik saling menginstropeksi diri masing-masing sebelum membuat keputusan yang sangat penting (untuk saya keputusan mengakhiri dan memulai hubungan itu penting). Jangan saling menyalahkan pasangan, tetapi saling mengingatkan dan saling menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Bagi saya, jika ini dilakukan akan lebih indah dan lebih memahami masing-masing pribadi dengan ketenangan bukan malah sebaliknya yang suka mengumbar keputusan-keputusan penting seperti putus-nyambung.

Tapi itu semua adalah pilihan pribadi masing-masing dari kalian. Mau membuat putus-nyambung sebagai hobi atau membuat putus-nyambung sebagai kata kramat

Permalink

Jangan jadikan ‘mereka’ mesin pencari uang

Apakah Anda pernah melihat di sepanjang jalan Ibukota banyak terdapat para tunawisma mengais rejeki dengan cara meminta-minta, mengamen atau bahkan hanya sekedar membersikan mobil Anda menggunakan kemoceng. Apakah yang Anda lihat dari apa yang mereka kerjakan itu? Apakah Anda melihatnya sebagai cara mereka untuk menyambung hidup, melihatnya sebagai jalan pintas untuk melakukan tindak kejahatan yang terorganisir seperti mencuri spion dan barang yang ada di mobil Anda, atau bahkan Anda melihatnya sekumpulan orang yang hanya mengotori dan membuat pemandangan yang tidak sedap. Dengan cara apapun Anda melihat mereka, itu semua adalah pandangan yang benar untuk menggambarkan mereka.

 

Belakangan inipun banyak para wanita-wanita setengah tua yang membawa anak-anak balita, entah itu adalah balita sewaan dan tidak menutup kemungkinan anak itu adalah anak kandungnya sendiri. Dan tidak sedikit anak-anak berumur dibawah 5 tahun sudah berkeliaran diantara mesin-mesin berkapasitas besar yang penuh sesak dengan asap kendaraan. Tidak jarang juga ditemukan orang-orang dengan kondisi cacat fisik dengan bantuan kursi roda yang berkeliaran di hiruk pikuk Kota Jakarta saat ini. Dari sebagian besar alasan yang mereka ungkapkan dari pernyataan tersebut adalah, mereka berusaha supaya terlihat sangat menyedihkan sehingga para pengguna kendaraan merasa iba dan tergerak hatinya untuk memberikan uang yang jumlahnya tidak seberapa namun sangat berarti bagi mereka.

 

Sungguh sangat ironis melihat mereka yang seharusnya tidak berada di tengah-tengah kehiruk pikukan Kota Jakarta (yang seharusnya) tercinta ini. sungguh tidak tega melihat para anak-anak kecil dan orang-orang yang cacat fisik dijadikan mesin pencari uang dengan alasan untuk menyambung hidup. Saya tidak akan membahas tentang pemerintahan yang seharusnya menjadikan warganya hidup tentram dan damai, saya tidak akan mengulas betapa kejamnya Ibukota Jakarta ini dengan semua yang ada di dalamnya.

 

Apapun alasan yang mereka gunakan untuk menjadikan tameng menyambung hidup dengan menggunakan orang yang tidak seharusnya adalah jahat. Biarkanlah anak-anak kecil itu bertumbuh dewasa di lingkungan yang seharusnya mereka berada, seperti di tempat-tempat pendidikan yang didirikan oleh yayasan yang peduli akan keberadaan mereka atau bahkan biarkanlah mereka bertumbuh dewasa di tempat tinggal yang disediakan oleh orang tuanya walaupun hanya terbuat dari bilik bambu dan di kolong jembatan sekalipun. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah menggunakan mereka yang sudah tidak berdaya dengan kondisi fisik yang mereka miliki untuk menarik belas kasihan orang lain. Biarkan mereka yang sakit menghabiskan waktunya dengan beristirahat atau bahkan mendapatkan fasilitas kesehatan.

 

Jangan jadikan mereka mesin pencari uang.

Permalink

Obat cinta ya cinta

Pernah putus cinta? (ga mungkin jika jawabannya tidak), pernah berada di tengah-tengah perselingkuhan?, pernah ditinggal gebetan gara-gara PDKT terlalu lama? (saya sedikit tersindir, abaikan!), sudah pacaran lama tapi harus kandas karena perbedaan Agama? (lagi-lagi saya tersindir, menghela napas panjang), yang paling kronis apakah pernah ditinggal pacar atau gebetan menikah? (semoga Anda tidak segera bunuh diri).

 

Keadaan seperti yang sedikit banyak saya sebutkan diatas adalah keadaan yang bisa membuat akal sehat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti menangis 2 hari 2 malam di dalam kamar tanpa asupan karbohidrat, curhat di sosial media yang seharusnya jangan dilakukan, mencaci maki diri sendiri bahkan pacar dan selingkuhannya, mengabaikan semua orang-orang terdekat yang sebenarnya mereka peduli dan masih banyak lagi hal-hal bodoh lainnya. Sangat wajar jika satu dari hal tersebut atau bahkan hampir semuanya Anda lakukan, toh untung ruginya Anda sendiri yang melakukan.

 

Sebelum saya menulis ini, beberapa minggu lalu saya baru saja bertemu dengan sahabat lama dan ia pun menceritakan kegalauannya akibat akhir cerita cintanya. Sahabat saya harus merelakan orang yang ia sayang untuk pergi meninggalkannya, sudah cukup lama mereka menjalin asmara yaitu 3 tahun, dan harus kandas karena mereka berbeda agama (tapi sayang senang, ternyata bukan saya saja yang merasakannya. Bangga karena tidak sendiri dan betapa jahatnya saja tertawa di atas penderitaan orang). Dengan perasaan menyesal akhirnya mereka mengakhiri hubungannya, tetapi mereka berjanji untuk masih bersikap selayaknya pacaran dan melarang satu sama lain untuk memiliki pacar baru.

 

Anda semua pasti mengetahui atau bahkan pendapat bahwa “obat dari cinta adalah cinta” sudah tertanam di hati dan pikiran Anda. Disaat Anda disakiti oleh cinta yang menurut Anda adalah cinta sejati disaat itulah Anda harus segera mencari ‘obat’nya yaitu cinta baru, yang jelas dengan orang baru pula (jika masih dengan orang lama, itu tandanya Anda akan memiliki penyakit kronis).

 

Setelah sahabat saya mengupdate cerita cintanya 10 hari kemudian, yang ia ceritakan hanya perasaan salah, menyesal dan terjebak di masa lalu. Dengan sedikit wejangan dan kata-kata bijak yang saya keluarkan, sedikit banyak pula hati dan pikirannya terbuka, bahwa ia tidak bisa di posisi dan kondisi seperti ni terus. Dengan waktu konsultasi sekitar beberapa hari, akhirnya ia pun berniat untuk membuka hati bagi cinta barunya.

 

Obat dari penyakit cinta yang kronis adalah cinta itu sendiri, sebaiknya Anda segera memiliki resep cinta yang baru. Jika Anda masih ingin dengan penyakit cinta Anda yang lama itu tetap keputusan Anda, tetapi harus bersiap dengan gejala dan sakitnya.

 

Segeralah mencari orang baru untuk mengobati luka lama..

 

Dan semoga sahabat saya menemukan ‘obat’ yang tepat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Amin.

Permalink

Sahabat…

Beberapa waktu yang lalu tiba-tiba di pikiran saya terlintas seorang teman sewaktu jaman kuliah yang harus berakhir 2 bulan yang lalu. Yang membuat saya teringat olehnya adalah dia merupakan yang selalu menerima dengan lapang dada ketika seisi kelas meledeknya (bagaimanapun ledekan atau bahkan ejekan, dia tidak akan memicingkan mata dan memasang wajah seakan ingin menyerah, melainkan wajah yang ingin diledek dan diejek lagi), dia orang yang bisa menghibur teman-temannya yang menurutnya sedang sedih (terkadang apa yang menjadi menurutnya belum tentu yang sedang terjadi), dia juga berfungsi menjadi ‘tumbal’ jika sang dosen memberikan banyak tugas dan makalah (dia bisa menjadi ketua kelompok, sekretaris, bendaraha bahkan berkamuflase menjadi OB kampus, lho!), yang jelas dia seorang yang baik, supel, ‘besar’, care, penyemangat dan bisa jadi pahlawan (kesiangan). Diwaktu yang berlainan saya pun bertemu dengan sahabat-sahabat (tapi sayang dia tidak bisa ikut) yang sangat menyenangkan dan saya sangat beruntung memiliki mereka semua (entah para sahabat saya beruntung atau tidak dengan kehadiran saya ditengah-tengah mereka). Mereka para motivator hebat, para badut-badut yang lucu dan menyenangkan, para patung yang bisa dijadikan tempat berkeluh kesah, para pendengar yang baik dan juga para pemirsa sekalian (yang terakhir hiraukan saja). Ditengah-tengah perbincangan saya dan para sahabat saya tiba-tiba tercetus bahwa dia akan segera pindah ke kota Malang dalam waktu 2x24 jam terhitung sejak sahabat saya mengeluarkan testimoni tersebut. Sontak kaget dan sebagian besar tidak percaya sambil terus melahap makanan yang ada di depan saya (tenang saja mereka semua tahu bagi saya makanan tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga), dengan wajah yang masih kaget saya melontarkan celetukan-celetukan khas saya, ‘mau jualan apel ya dia disana, emang Malang mau nerima dia (Jakarta aja ga mau), hoo mungkin mau jadi pembantu rumah tangga’. Dengan rasa tidak percaya dan tidak terima saya langsung menghubungi dia untuk menanyakan alasan-alasan kenapa dia harus meninggalkan Jakarta (tidak) tercinta ini, karena saya yang sama sekali tidak diberi informasi tersebut (sudah jelaskan kalau saya tidak dianggap ditengah-tengah mereka, sungguh menyedihkan). Setelah mendengarkan semua alasan-alasannya, saya pun mulai sedikit bisa menerima keputusannya. Dia memilih pindah karena dia sedang menuju untuk menjadi orang ‘hebat’. Teringat pesan Bapak saya yang sebulan lalu berada di ruang ICU dengan kondisi koma, “mas, jangan pernah takut ditinggalin atau harus ninggalin orang yang mas sayang demi tujuan hidup mas untuk jadi orang hebat. Tetapi jangan pernah melupakan orang-orang yang mas sayang itu kemudian hari, karena tanpa mereka mas bukan siapa-siapa”. Inilah pesan saya untuknya sebelum dia memulai menjadi orang hebat di Kota Malang. Sukses untuk hari yang baru ditempat yang baru di sana, tunjukin ke kita semua, baik-baik dan harus bisa jaga diri.

Permalink Upacara Adat “Tahun Baru Sunda”
Permalink 3 nada 1 irama
Permalink black-and-white
Permalink black-and-white
Permalink 
Duaflex IV 
Permalink line up
Permalink Paparazzi at Lincoln Center.
Permalink Picasso drawing with light.
Permalink

Sahabat jadi cinta itu…

Pernah ada diposisi ini? pasti rasanya bingung harus memprioritaskan yang mana. Apakah itu hubungan persahabatan yang sudah terjalin dengan sangat baik dan perasaan yang memang tidak pernah bisa dibohongi. Tidak ada patokan atau mana yang harus didahulukan, semua tergantung dari mereka yang menjalani. Tidak ada indikator mana yang lebih baik untuk dipertahankan, apakah itu persahabatan atau urusan hati.

 

Semua ada baik dan buruk, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal baik atau kelebihan dari permasalahan “sahabat jadi cinta” ini adalah sudah terjalinnya hubungan yang sangat baik dan  sangat dekat antara 2 individu ini, mereka sudah saling mengetahui hampir semua hal yang ada disatu sama lain. Mereka sudah mengetahui sifat, sikap dan semua yang ada disekelilingnya. Jadi tidak perlu lagi untuk mengkorek-korek informasi tentang bagaimana sifat, sikap dan seperti apa orang ini sebenarnya yang biasa dilakukan pada saat melakukan pendekatan ke calon pacar yang sudah diincar. Hal baiknya lagi mereka bisa tau lebih jauh dan lebih dalam tentang pasangan satu sama lain walaupun sebenarnya itu sudah terjadi. Dan sebaliknya, hal buruk yang bisa terjadi jika semuanya sudah terlanjur terjalin dan sewaktu-waktu mereka diharuskan untuk berpisah (bukan ngedoain untuk putus), bisa saja hubungan persahabatan yang sudah sangat lama dan ditambah hubungan percintaan yang membuat mereka makin dekat akan berubah menjadi permusuhan dan perdebatan. Seharusnya tidak terjadi seperti ini tetapi ada beberapa pasangan “sahabat jadi cinta”  yang bisa membuat hubungan persahabatannya kembali terjalin (asal tidak kembali menjadi hubungan “sahabat jadi cinta” lagi aja).

 

Jika dilihat dari sisi lain dengan prinsip “jodoh di tangan Tuhan”, percaya dengan prinsip ini? ya memang sudah diharuskan untuk percaya. Tuhan sudah menentukan siapa jodoh dari kita semua yang hidup di bumi. Mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika Tuhan sudah menentukan mereka yang sebelumnya berjodoh itu adalah sahabat terlebih dahulu. Tuhan menganggap bahwa sahabat yang sebelumnya diberikan Tuhan untuk menemani dan selalu mendukung di beberapa hal bisa menjadi orang yang terbaik untuk menemani dan selalu mendukung disemua hal, apapun itu.

 

Jangan membuat semuanya menjadi rumit. Jika yakin dengan sabahat anda bisa membuat hidup anda akan lebih berarti dan lebih baik dari sebelumnya, maka jangan pernah membuang waktu begitu saja. Dan sebaliknya, jika sahabat anda adalah sahabat yang terbaik yang anda miliki sekarang, anda harus menjaganya dan membuatnya sebagai sahabat yang terhebat.

Sabahat jadi cinta itu… adalah cobaan untuk persahabatan atau semua mungkin takdir Tuhan (Zigas Band)

Permalink istimewa utk yang teristimewa