"Landungsaurus"

adalah seorang pemimpi dan pemakan segalanya (sudah jelas tambahan saurus di belakang nama saya).

Fotografi, ngegowes, makannnnnn, berpindah tempat, dan humoris (kata orang2 si), itulah sedikit dari banyak hal yang menggambarkan saya.

follow @landungsaurus dan facebook.com/landungsaurus untuk mengetahui bagaimana "gambar' saya.

Permalink After Photo Session
Permalink Happy New Year 2013, Good Bye 2012
Senangnya karena bisa menikah dengan orang yang paling aku sayang saat ini, itulah ungkapan seorang sahabat yang sangat bahagia melewati tahun 2012, karena impian menikah dengan orang yang sangat amat ia sayangin dapat terwujud. Dan beberapa sahabat juga merasakan hal yang sangat menyenangkan lainnya, seperti mendapatkan pekerjaan yang sudah diimpikan sejak duduk di bangku kuliah, mendapatkan pacar yang sempurna (walaupun pacar yang sempurna hanya ada di FTV) setelah jomblo 2 tahun, dan luapan-luapan bahagian lainnya. Tetapi tidak sedikit juga sabahat-sahabat saya yang merasakan kecewa di tahun ini, karena resolusi-resolusi yang mereka susun diawal tahun 2012 tidak terwujud dan bahkan diluar dari skenarionya. Kecewa karena impian menaikkan Haji kedua orang tuanya belum terwujud, sedih karena impian bertunangan dengan sang kekasih batal begitu saja, kesal karena seharusnya sudah menyelesaikan tesis tetapi sekarang masih jalan ditempat.
 
Apapun hasil dari semua resolusi baik sukses ataupun melenceng, itulah hasil pencapaian terbaik yang telah kita peroleh selama ini. Jangan malah menhujat diri sendiri karena gagal akan pencapaian sebuah impian, tapi malah harus bersyukur karena diberi kegagalan. Maksud  kegagalan itu sendiri adalah mengetahui batas kemampuan diri kita, mengetahui sebenarnya apa yang seharusnya tidak dilakukan dan yang seharusnya malah sangat perlu untuk dilakukan. 
 
Untuk di penghujung tahun 2012 ini, saya adalah salah satu orang yang sangat bahagia dan sangat bersyukur dengan segala pencapaian saya saat ini. bisa menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar Sarjana Komunikasi yang dimana ini adalah impian dari Emak dan Bapak, mendapatkan pekerjaan yang tantangannya sangat luar biasa dan juga bisa membuat saya tersenyum akan nominalnya setiap bulan. Hahahaha.. Yang terpenting adalah saya bisa lebih rajin ke Gereja dan Berdoa serta membaca Kitab Suci (yang dimana ditahun-tahun sebelumnya semua itu bisa dihitung pake 5 jari). Itulah pencapaian utama saya dan saya merasa tahun 2012 ini adalah tahun dimana saya akan memulai masa depan dan meniti semuanya dari awal. Dan juga banyaknya pencapai-pencapaian kecil lainnya yang banyak serta sangat luar biasa.
 
Jika ditanya apakah tahun 2012 ini adalah tahun saya? Saya akan menjawab Ya dengan lantang.
 
Dipenghujung tahun seperti ini, hampir semua orang atau bahkan emua orang, memiliki resolusi atau impian-impian yang sangat luar biasa. Bisa menikah, sukses akan karir, punya mobil baru, jabatan yang lebih tinggi, lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, lulus kuliah, pacar baru, rumah baru dan semuanya yang pasti impian tersebut adalah impian yang hebat. Ga salah kok, jika kalian punya impian sebanyak dan sehebat ini, asal kalian harus tahu apa yang harus diperbuat untuk mewujudkannya. Tidak mudah dan tidak sulit, yang penting fokus, usaha dan jangan lupa berdoa.
 
Resolusi itu bukan untuk dipikirkan lalu dibayangkan, melainkan harus dilakukan agar resolusi itu menjadi kenyataan.
 
Selamat tinggal tahun 2012 yang sangat hebat, dan Selamat Tahun Baru 2013 yang akan saya jadikan lebih luar biasa.
Permalink

Jakarta, Hutan Beton!

Kapan terakhir Anda melihat pohon-pohon rimbun nan sejuk dan menyenangkan di sekitar Anda? terlebih di Kota tercinta dimana Anda memijakkan kaki saat ini, yaitu Kota Jakarta?

Asal kalian tahu saja, Kota Jakarta itu buat saya adalah Hutan Belantara. Coba Anda gunakan fantasi Anda untuk berimajinasi membayangkan persamaan dari Hutan Belantara dan “Hutan Belantara”.

Pasti yang terbesit adalah pohon-pohon menjulang tinggi dan sangat kokoh dengan diameternya yang sangat besar, hewan-hewan buas yang sewaktu-waktu dapat mencabik-cabik tubuh Anda seketika, dan juga suasana mencekam yang mengharuskan Anda diposisi waspada setiap waktu.

Seperti itulah gambaran dari imajinasi fantasi saya (maaf sebelumnya, hanya ini yang terlintas. Harap maklum dengan volume otak saya yang terbatas). Tidak berbeda jauh bukan Hutan Belantara versi sebenarnya dan versi perumpaan Kota Jakarta dari saya?

Kota Jakarta itu dipenuhi oleh “pohon-pohon” menjulang tinggi, berbentuk sangat kokoh dan besar. Itulah gedung-gedung perkantoran, gedung pencakar langit dan berbagai macam mall yang berdiri di Kota Jakarta ini. Menurut mbah google, jumlah gedung perkantoran dan gedung pencakar langit yang ada di Jakarta sekitar 700 buah, dan jumlah mall sekitar 170 buah. Wow!! jumlah yang tidak sedikit bukan? saya yakin pasti Anda pun baru mengetahui jumlah gedung perkantoran dan mall yang ada di Jakarta setelah membaca tulisan ini (termasuk saya).

Hewan-hewan buas disini saya umpamakan dengan para pelaku kriminal yang berkeliaran di sekitar Anda, seperti penculik, penjampret, penodong, pemerkosa dan jenis kegiatan kriminal lainnya yang selalu mengintai Anda kapanpun dan dimanapun.

Pernah terlintas di pikiran saya (yang lagi-lagi volumenya sedikit), kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para pelaku kejahatan tersebut. Saya yakin mereka melakukan ini bukan tanpa sebab, mereka membutuhkan pekerjaan, pekerjaan yang menghasilkan uang, dan uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka. Seharusnya para wakil rakyat melihat kondisi ini, agar mereka menyadari apa yang sedang terjadi di Negeri Indonesia tercinta ini.

Dan yang terakhir adalah suasana mencekam yang selalu mengintai Anda dihampir semua situasi, seakan kita dituntut untuk selalu memasang kuda-kuda menyerang dan memasang mata untuk memperhatikan keadaan sekitar dengan waspada dan bersiap-siap bertindak jika ada sesuatu yang segera terjadi. Seperti hampir tidak ada ruang untuk merasa aman dan terlindungi dari serangan. Ingat kejadian “Tugu Tani” kan? ya itulah salah satu contoh betapa tidak amannya sekarang, semua pejalan kaki sudah memposisikan dirinya dengan benar yaitu jalan di trotoar yang dimana tempat tersebut adalah tempat bagi pejalan kaki. Tapi apa yang terjadi? mereka masih saya “diseruduk” oleh kendaraan bermotor.

Sampai saat ini masih ada sebuah pertanyaan yang terlintas di pikiran saya yang sedikit ini. yaitu, apakah seharusnya kita berprilaku dan memposisikan diri sama seperti pada saat kita berada di hutan belantara yang sesungguhnya? 

Jujur, saya belum pernah mendapatkan kesempatan untuk mencoba hidup di hutan belantara. Tetapi jika dari Anda sudah pernah merasakannya, tolong beritahu jawaban atas pertanyaan saya itu.

Permalink Simetri! (Taken with Instagram)
Permalink Riwehhh!!!! (Taken with Instagram)
Permalink Ini Indonesia lho #ranukumbolo (Taken with Instagram)
Permalink Le brídge (Taken with Instagram)
Permalink

Laugh, and the world will laugh with you

Permalink Taken with Instagram
Permalink Vodka! (Taken with Instagram)
Permalink

Proses atau hasil akhir?

Apakah yang Anda harapkan jika sedang melakukan sebuah pekerjaan atau kegiatan? Apakah Anda memikirkan strategi cadangan yang akan digunakan jika strategi awal gagal? Apakah Anda penyusun stategi yang ciamik tanpa memikirkan hasil akhir yang akan didapatkan? Dan apakah Anda orang yang mengharapkan hasil yang sangat sempurna pada setiap hal yang sudah dilakukan?

Jika Anda saya paksa menjawab semua pertanyaan diatas dengan pilihan jawaban Ya atau Tidak, pasti semua jawaban diatas Anda jawab dengan jawaban Ya. Wajar memang jika Anda menjawab semuanya dengan jawaban Ya, karena hampir semua orang mengharapkan proses dan hasil akhir yang sempurna. Dengan semua proses yang sudah Anda susun sedemikian ciamiknya dengan berbagai strategi cadangan yang cukup membuat orang disekitar Anda tercengang dan terheran-heran, sudah dipastikan mereka dan Anda mengharapkan hasil yang sempurna.

Berbeda dengan saya, karena saya pribadi adalah orang yang berusaha untuk sangat sempurna pada setiap proses. Memikirkan strategi-strategi yang ciamik dan harus melakukannya sesempurna mungkin. Tidak munafik, dipikiran saya pun terlintas dan sedikit berharap akan hasil yang setimpal atas apa yang telah saya susun dan kerjakan. Tapi ini bukan menjadi prioritas saya untuk melakukan sebuah pekerjaan dan kegiatan.

Saya selalu mempersiapkan semuanya dengan luar biasa sebelum menanti hasil akhir yang sempurna, saya selalu memikirkan apa yang akan saya lakukan jika rencana awal gagal, dan saya selalu yakin bahwa hasil akhir yang sempurna itu akan datang dengan sendirinya jika proses yang kita lakukan sudah sangat sempurna. Tidak perlu berharap dan berdoa untuk hasil akhir yang sempurna secara berlebihan, tapi sebaliknya, Anda harus berdoa agar proses yang sudah sangat ciamik ini akan berjalan sesuai dengan apa yang telah Anda rencanakan.

Kesimpulan yang sudah tertanam di diri saya sejak dulu mengenai proses dan hasil akhir adalah “Terkadang tidak semua hal kita harus tahu jawabannya” dan kata lainnya adalah “Proses yang baik dan tulus tanpa mengharapkan hasil yang serupa”.

Permalink

JAKARTA TIDAK MEMBUTUHKAN GUBERNUR BARU, MELAINKAN LEBARAN

Beberapa hari lagi para umat muslim di dunia akan merayakan hari kemenangannya yaitu Hari Idul Fitri yang lebih dikenal dengan Hari Raya Lebaran. Dimana pada Hari Raya Lebaran Ini adalah moment yang paling ditunggu oleh hampir sebagian besar rakyat Indonesia.

Mereka senantiasa bersuka cita dalam menyambut hari kemenangan ini. Dimulai dari berbelanja pakaian baru yang akan dikenakan pada saat Sholat Ied, bertemu dengan sanak saudara atau bahkan berkumpul dengan keluarga. Berburu panganan khas Lebaran seperti kue nastar, kue putri salju, dan kue yang sedang menjadi primadona saat ini, yaitu kue kering ber-rainbow (sampai saat ini saya belum tertarik untuk menyicipi). Dan yang tidak kalah penting adalah rela mengantri dan berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan tiket bus, kereta dan pesawat terbang, mereka tidak peduli akan harga yang dinaikkan oleh para pemilik angkutan tersebut, yang mereka pikirkan adalah bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan sanak saudara dan bisa merayakan kemenangan bersama-sama.

Tidak bisa dipungkiri memang, mudik sudah menjadi tradisi setiap tahunnya dan entah siapa yang memulai tradisi ini pertama kali. Ribuan penduduk baik dari Jakarta atau luar Jakarta berbondong-bondong memenuhi stasiun kereta, terminal bus, bandara dan semua jalur mudik baik itu jalur utama ataupun jalaur alternatif. Bagi mereka berdesak-desakan dan bermacet-macetan ria adalah seni yang hanya mereka dapatkan setahun sekali (bagi penduduk Jakarta mungkin hampir setiap hari menikmati kemacetan yang sangat amat).

Tetapi bagi saya dan beberapa warga Jakarta moment mudik ini adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu, kenapa? Bukan karena saya ikut merasakan berdesak-desakan dan bermacet-macet ria, melainkan merasakan Kota Jakarta yang seharusnya padat merayap dengan semua jenis kendaraan yang berlalu lalang kini bisa melihat Kota Jakarta tercinta bagaikan kota mati atau seperti Kota Jakarta pada beberapa puluh tahun belakangan.

Saya merasakannya hari ini, melewati jalan protokol tanpa perlu menginjak pedal rem setiap 5 detik sekali. Tidak ada bunyi klakson bersautan yang menghiasi betapa kacaunya Kota Jakarta yang sangat kita cinta ini. Memang merupakan pemandangan yang hanya bisa kita rasakan setahun sekali.

Dan sudah jelas bukan, kita Warga Jakarta tidak membutuhkan gubernur dan para calon gubernur yang sekarang sedang berlomba-lomba mencari simpatik dan mengubar janji akan menyelesaikan masalah kemacetan di Kota Jakarta ini. Kita semua hanya membutuhkan Hari Raya Lebaran, ini lah jawaban akan semua permasalah kemacetan di Ibukota Jakarta.

Permalink Mini  (Taken with Instagram)
Permalink Sudah cocok kok @ayunovitasarii (Taken with Instagram)
Permalink Disco ball (Taken with Instagram)