
Kapan terakhir Anda melihat pohon-pohon rimbun nan sejuk dan menyenangkan di sekitar Anda? terlebih di Kota tercinta dimana Anda memijakkan kaki saat ini, yaitu Kota Jakarta?
Asal kalian tahu saja, Kota Jakarta itu buat saya adalah Hutan Belantara. Coba Anda gunakan fantasi Anda untuk berimajinasi membayangkan persamaan dari Hutan Belantara dan “Hutan Belantara”.
Pasti yang terbesit adalah pohon-pohon menjulang tinggi dan sangat kokoh dengan diameternya yang sangat besar, hewan-hewan buas yang sewaktu-waktu dapat mencabik-cabik tubuh Anda seketika, dan juga suasana mencekam yang mengharuskan Anda diposisi waspada setiap waktu.
Seperti itulah gambaran dari imajinasi fantasi saya (maaf sebelumnya, hanya ini yang terlintas. Harap maklum dengan volume otak saya yang terbatas). Tidak berbeda jauh bukan Hutan Belantara versi sebenarnya dan versi perumpaan Kota Jakarta dari saya?
Kota Jakarta itu dipenuhi oleh “pohon-pohon” menjulang tinggi, berbentuk sangat kokoh dan besar. Itulah gedung-gedung perkantoran, gedung pencakar langit dan berbagai macam mall yang berdiri di Kota Jakarta ini. Menurut mbah google, jumlah gedung perkantoran dan gedung pencakar langit yang ada di Jakarta sekitar 700 buah, dan jumlah mall sekitar 170 buah. Wow!! jumlah yang tidak sedikit bukan? saya yakin pasti Anda pun baru mengetahui jumlah gedung perkantoran dan mall yang ada di Jakarta setelah membaca tulisan ini (termasuk saya).
Hewan-hewan buas disini saya umpamakan dengan para pelaku kriminal yang berkeliaran di sekitar Anda, seperti penculik, penjampret, penodong, pemerkosa dan jenis kegiatan kriminal lainnya yang selalu mengintai Anda kapanpun dan dimanapun.
Pernah terlintas di pikiran saya (yang lagi-lagi volumenya sedikit), kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para pelaku kejahatan tersebut. Saya yakin mereka melakukan ini bukan tanpa sebab, mereka membutuhkan pekerjaan, pekerjaan yang menghasilkan uang, dan uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka. Seharusnya para wakil rakyat melihat kondisi ini, agar mereka menyadari apa yang sedang terjadi di Negeri Indonesia tercinta ini.
Dan yang terakhir adalah suasana mencekam yang selalu mengintai Anda dihampir semua situasi, seakan kita dituntut untuk selalu memasang kuda-kuda menyerang dan memasang mata untuk memperhatikan keadaan sekitar dengan waspada dan bersiap-siap bertindak jika ada sesuatu yang segera terjadi. Seperti hampir tidak ada ruang untuk merasa aman dan terlindungi dari serangan. Ingat kejadian “Tugu Tani” kan? ya itulah salah satu contoh betapa tidak amannya sekarang, semua pejalan kaki sudah memposisikan dirinya dengan benar yaitu jalan di trotoar yang dimana tempat tersebut adalah tempat bagi pejalan kaki. Tapi apa yang terjadi? mereka masih saya “diseruduk” oleh kendaraan bermotor.
Sampai saat ini masih ada sebuah pertanyaan yang terlintas di pikiran saya yang sedikit ini. yaitu, apakah seharusnya kita berprilaku dan memposisikan diri sama seperti pada saat kita berada di hutan belantara yang sesungguhnya?
Jujur, saya belum pernah mendapatkan kesempatan untuk mencoba hidup di hutan belantara. Tetapi jika dari Anda sudah pernah merasakannya, tolong beritahu jawaban atas pertanyaan saya itu.